SALAT KHUSYUK (written by Anggia) February 19, 2026
Dalam Quran Surat Al- Baqarah : 45 dan Al-Mukminun :1-2, dikatakan :
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ.
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (Al-Baqarah :45)
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ
ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.” (Al-Mukminun : 1-2)
Salat adalah Ibadah wajib seorang muslim dan tiang agama, sarana kita untuk berdoa dan berdialog menghadap Allah SWT, penjaga ketakwaan kepada Allah SWT. Karenanya alangkah indahnya jika bisa salat dalam keadaan khusyuk setiap saatnya.
Salat, bagi kita semua muslim adalah everyday challenge. Salat yang benar adalah salat yang khusyuk, yang berarti dilakukan penuh konsentrasi, sungguh- sungguh, dengan kerendahan hati membayangkan berada di hadapan Allah seraya membacakan semua ayat dan doa dalam salat. Disebut everyday challenge karena tak setiap saat kita salat 5 waktu bisa selalu khusyuk. Kadang ketika salat terlintas permasalahan yang sedang kita hadapi, kadang sesuatu yang bergerak disekitar kita salat saja bisa membuyarkan konsentrasi kita kepada bacaan salat. Akibatnya bibir melafalkan bacaan salat, namun pikiran lari kemana yang tak sesuai dengan makna bacaan salat. Jika bacaan salat sudah tak seirama dengan maknanya, karena pikiran kita yang lari dari bacaan salat, maka hilanglah semua makna salat tersbut. Misalnya ketika kita salat duduk diantara dua sujud, seharusnya berisi doa memohon ampun kepada Allah, tentu saja kita tetap membaca lafal bahasa arab doanya, namun pikiran melayang ke hal yang lain. Tentu saja hal ini membuat doa kita tersebut terlihat tak sungguh-sungguh meminta maaf kepada Allah.
Karenanya, perlu sekali untuk memahami hal-hal apa sajakah yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan salat khusyuk.
Ada 4 hal yang penting yang bisa kita lakukan agar salat bisa khusyuk, yaitu
Pertama, tentu saja dimulai dengan membaca niat wudu dengan jelas dan baik, rasakan sensasi membersihkan diri dengan wudu, setiap rukun wudu kita jalankan. Lalu setelah wudu, jangan langsung salat, sebaiknya meluangkan waktu sejenak berdiam diri untuk masuk mode salat. Kita harus rasakan dulu berdiam diri sebentar, bayangkan pertemuan kita menghadap Allah, setelah suasana didapatkan, baru kemudian membaca memulai niat salat dan memulai salat.
Kedua, tidak terburu-buru melakukan salat, terburu-buru atau cepat dalam melakukan salat termasuk cepat membaca bacaan salat, hanya membuat kita fokus dengan gerakan saja, padahal yang penting dalam salat tentunya adalah makna dari bacaan salat yang kita lafalkan. Lakukan salat tidak terlalu cepat, namun jg tidak terlalu lambat, cukup ritmenya mengikuti sesuai dengan waktu kita membaca bacaan salat dengan baik dan benar dan jelas.
Ketiga, selalu pahami setiap bacaan dan doa dalam salat. Memahami membuat kita mengetahui bagaimana seharusnya kita menghadap kepada Allah ketika salat. Misalnya Ketika kita membaca Al-Fatihah. Kita memahami bahwa ayat-ayat dalam surah Al-Fatihah, didalamnya terdapat permintaan kita agar Allah memberi kita petunjuk , jalan yang lurus, jalan orang-orang saleh, dan bukan jalan yang Allah murkai. Ketika kita memahami makna ini, kita resapi, tentunya penyampaiannya akan lebih sungguh-sungguh, dan lebih rendah hati, karena kita sedang meminta berkah Allah.
Bayangkan jika kita tak memahami arti ayat Al-Fatihah. Mungkn kita hanya sekadar membaca keras yang terdengar di telinga kita saja, namun kita tak memahami bahwa penting untuk melembutkan dan dengan penuh kerendahan hati ketika kita sampai ke ayat meminta rahmat Allah. Akibatnya ketika kita tidak memahami keseluruhan bacaan dan doa salat, bacaan salat kita terasa datar, hampa dan tanpa emosi sama sekali.
Lalu, keempat. Keseluruhan proses salat haruslah kita lakukan Ikhlas karena Allah, lalu usahakan selalu tepat waktu, tepat bacaan, dan tepat gerakan ketika salat. Selesai salat, dilanjutkan dengan zikir dan berdoa kepada Allah. Zikir menenangkan hati dan menyempurnakan salat kita.
InsyaAllah, dengan berkah Allah SWT, ikhtiar kita untuk khusyuk dalam setiap salat, pada akhirnya selalu membuahkan ketenangan hati dan ketakwaan kepada Allah SWT.
DOA MUSTAJAB (written by Anggia) April 27th, 2026
Doa mustajab berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, yaitu “doa” dan “mustajab.” Secara bahasa, “doa” berarti permohonan atau permintaan yang ditujukan kepada Allah SWT. Sementara itu, “mustajab” berasal dari kata “istijabah” yang berarti dikabulkan atau dijawab. Jadi, doa mustajab dapat diartikan sebagai doa yang dikabulkan oleh Allah SWT.
Ketika kita berdoa kepada Allah, apakah doa kita akan dikabulkan oleh Allah? Jawabannya adalah Allah selalu mengabulkan doa hambanya.
Allah telah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 186 :
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
Dan juga dalam QS. Al-Gahfir ayat 60 :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’”.
Ada 4 cara Allah mengabulkan doa hambanya, dikutip dari hadist riwayat Ahmad :
Pertama, Allah mengabulkan doa hambanya sama dengan permintaannya dan diberikan segera (dalam waktu yang cepat).
Kedua, Allah mengabulkan doa hambanya sama dengan permintaannya, namun tidak diberikan segera, atau butuh waktu agak lama. Hal ini, bukan berarti Allah enggan mengabulkan segera doa hambanya, namun karena Allah lebih mengetahui tentang hikmah, maslahat dan manfaat dikabulkannya doa kita pada waktu mendatang, bukan sekarang.
Ketiga, Allah mengabulkan doa kita, namun dengan cara menggantinya dengan yang lebih baik. Allah mengganti permohonan atau doa kita dengan sesuatu yang memang Allah tahu lebih kita butuhkan dan tentu saja membawa manfaat dan maslahat/kebaikan bagi kita (menjauhkan kita dari bahaya/bala).
Keempat, Allah mengabulkan doa kita, dengan tidak memenuhi permohonan/permintaan doa kita, namun menyimpannya dan menjadikannya pahala besar yang akan diberikan di akhirat kelak.
Berdoa kepada Allah SWT dinilai berpahala besar karena doa adalah bentuk ibadah yang merupakan perintah langsung dari Allah, menunjukkan ketaatan tulus dan pernyataan kelemahan kita dihadapan Allah yang maha besar, wujud dari penghambaan kita.
Tentu saja dalam doa kita memohon/meminta kepada Allah haruslah kita lakukan dengan ketaatan yang tulus, keyakinan akan pertolongan-Nya bahwa Allah akan mengabulkan dalam waktu dan bentuk yang terbaik, serta tidak menyerah ,tidak tergesa-gesa menyimpulkan bahwa doa kita tidak dikabulkan Allah dan tetap istiqomah terus berdoa kepada Allah.
Keyakinan bahwa doa akan dikabulkan Allah Adalah suatu keharusan. Sedangkan bagaimana cara Allah mengabulkannya, pasti disana selalu ada kasih sayang Allah, kebaikan, maslahat bagi kita. Wallahu a’lam.:)
