November, 2014 . Written by (bunda) Anggia

senang sekali  bunda dengar percakapan ini :

suatu pagi dihari sekolah, sehabis mandi, hendak memakai seragam sekolah Kindergarten 1 nya.

Hanna : (mengambil celana jeans biru muda motif polkadot warna warni)..hanna mau pakai celana ini ah…

mbaknya hanna : loh kok ga pake celana seragam sekolah? nanti ga matching lohh sama atasannya

Hanna : biarin aja…hanna suka kok :))

ps. kenapa saya suka dengar percakapan ini…bukan tentang tidak maunya hanna memakai seragam celananya. tapi lebih ke ide bahwa, tidak masalah sesuatu hal itu ( tidak matching seragamnya misalnya seperti contoh diatas), selama kita meyakini bahwa kita menyenangi sesuatu…disini terlihat sebagai balita, hanna pemikirannya masih orisinal, melakukan apa yang membuatnya senang, tidak memikirkan pandangan orang lain…kedepannya aku ingin agar tetap dapat menjaga keorisinilan ini, agar hanna selalu percaya pada pilihannya, daripada harus memikirkan apa kata orang lain :))




(Hanna) “every child is parent’s true inspiration”

December, 2014 written by (Bunda) Anggia

Sangat sangat menyenangkan, diberi Allah kesempatan untuk mengamati ,memahami anak sendiri, dan terlibat dalam pembentukan karakternya (yang baik tentunya). Terkadang beberapa orang tua tidak melakukannya. Memang mereka melihat apa saja yang anak lakukan didepan mereka, selama masa pengasuhan mereka. tetapi apa mereka mengamatinya, mempelajarinya, memahaminya? dan kemudian melakukan sesuatu yang dapat memaksimalkan tumbuh kembang anaknya?. tidak semua orang tua memahami pentingnya peran orang tua dalam memaksimalkan tumbuh kembang anaknya. seperti pertanyaan quote hari ini yang baru saja saya baca. : “what’s the point of caring, if we don’t do something about it?” -elisabeth Glaser- pendiri pediatric AIDS foundation, AS. Intinya caring/merawat anak adalah melakukan sesuatu yang dapat memaksimalkan tumbuh kembangnya. Dengan memahami karakter anak melalui hal2 yang cenderung ia lakukan dalam berbagai situasi, kita dapat mengetahui kekuatan atau kelebihan anak. seperti Hanna, dari umur 4-6 bulan, aku sudah mengetahui bahwa hanna perhatian pada detail. ini kulihat dari ketika suatu hari, hanna merangkak hendak menunjuk sesuatu dilantai, ternyata yang ditunjuknya adalah titik hitam (kotoran sekecil titik) dilantai keramik yang kebetulan berwarna krem keputihan yang bersih, dan saya amazed hanna menyadari ada titik hitam di stimulus yang 99 persennya berwarna putih. Sampai sekarang hanna berumur 4 tahun, aku juga mengetahui bahwa hanna masih melihat detail tersebut, ditab saya, baru saja terdownload game baru. nah ketika di rumah, hanna melihat tab, ada banyak sekali judul game dan aplikasi2 program lainnya, hanya dengan sekali liat, dia langsung menunjuk kalo ini ada game baru. aku berpikir bahwa melihat detail adalah baik ketika berpikir analisa. maka itu tentu menjadi pertimbangan saya sebagai orang tua ketika nanti mempertimbangkan penjurusan minat ketika sekolah. Selain itu, kemampuan hanna yang suka memperhatikan detail ini, membuatku sebagai orang tua juga berpikir ulang dan menjaga perilaku lebih baik, karena hanna kulihat juga seorang pemerhati lingkungan yang baik. saya pernah suatu kali sedikit marah terhadap sesuatu, dan tak sengaja melihat hanna agak mengerut keningnya sambil tajam memperhatikan saya. Intinya merawat anak berarti kita melakukan sesuatu yang membuatnya berkembang dan merawat anak juga berarti kita menjadi orang tua yang belajar ( a learning parent). karena ketika kita ‘merawat’ anak kita, maka akan ada banyak hal yang sifatnya baru, karena kita mempelajari anak kita yang merupakan manusia baru, karenanya terkadang stimulus dan respon yang dibutuhkan anak pun terkadang berbeda dengan pengalaman kita di masa lalu, karenanya jika kita sebagai orang tua juga menjadi pembelajar, maka kita akan tahu stimulus dan respon apa yang tepat bagi anak di masanya yang sekarang, yang dapat memaksimalkan kelebihan mereka tersebut dan menekan pertumbuhan kelemahannya. overall, jadikan anak kita inspirasi kita untuk menjadi lebih baik dengan menyadari tanggung jawab ‘merawat’ kita sebagai orang tua, sehingga pada akhirnya orang tua maupun anak sama sama menjadi pribadi yang semakin kuat setiap harinya. :)




MY NORAH, KETIKA KELAS 2 SD

Year 2023, written by (bunda) Anggia

Setiap anak adalah absorber yang terbaik dr lingkungan terdekatnya. Kita orang tua, tentu saja adalah lingkungan terdekat, support system anak terdekat, dan care taker anak terdekat . Saya mengetahui pentingnya penguatan karakter anak melalui kata-kata yang kita berikan atau tanamkan ke anak. Membangun karakter, kepribadian anak melibatkan dua hal yaitu usaha dan takdir Allah. Usaha artinya bagaimana anak dan support system saling berinteraksi  dan akhirnya membentuk karakter, kepribadian anak.  Dan takdir adalah Ketika semua usaha sudah dilakukan yang terbaik, anak berperilaku yang terbaik menurut dirinya, dan orang tua memberikan Pendidikan, nilai-nilai pengembangan diri yang terbaik untuknya, lalu hasilnya berhasil atau tidak tentunya adalah takdir Allah, ketentuan Allah yang harus kita terima.

Dalam suatu waktu, Ketika Norah kelas dua SD,  Norah saat itu dirumah sedang melakukan sesuatu, namun belum berhasil, lalu dia berkata, “aduh, Norah ga bisa!”. Namun setelahnya, detik itu juga, Norah melanjutkan self talknya dengan kalimat.”eh jangan bilang ga bisa, nanti jadinya ga bisa. Pokoknya bisa, Norah pasti bisa.”

Mendengarnya, Saya hanya tersenyum . Karena kalimat yang baru saja Norah katakan adalah kata-kata yang selalu berulang-ulang saya ingatkan ke Norah, jika norah merasa tidak bisa melakukan sesuatu hal. Saya katakan, bahwa kita harus yakin dulu dengan diri kita, katakan kepada diri sendiri ,”aku bisa melakukan ini”, percaya kalau Norah bisa dan yakin berhasil, dan tidak memulainya dengan  kata-kata negatif, spt “Norah tak bisa”. Dan barusan Norah terapkan bahwa penguatan kata-kata positif kedalam dirinya adalah matters, penting untuk mencapai kesuksesan akan setiap hal yang dilakukan.

Dalam hati, saya hanya bisa berucap, Alhamdulilah, penguatan dengan kata-kata, selalu reminder ke norah tentang hal-hal yang positif, penanaman nilai-nilai positif berhasil saya tanamkan ke dalam diri Norah 😊.